Penjelasan Singkat Bahan: Kaos, Kemeja, Polo, Jaket, Jersey
Dalam memilih seragam, banyak orang hanya fokus pada desain tanpa benar-benar memahami bahan yang digunakan. Padahal, jenis kain sangat berpengaruh pada kenyamanan, ketahanan, hingga kesan profesional yang ditampilkan. Bahan kaos, kemeja, polo, jaket, maupun jersey punya karakteristik berbeda yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Artikel ini akan membahas berbagai pilihan bahan seragam populer lengkap dengan infografis sederhana seperti material, gramasi, tekstur, dan rekomendasi pemakaian. Tujuannya agar kamu lebih mudah menentukan bahan terbaik untuk seragam karyawan, baik untuk kebutuhan indoor, outdoor, formal, maupun kasual.
Setiap bahan memiliki keunggulan masing-masing, mulai dari ketebalan kain, gramasi, tekstur, hingga daya serap keringat. Misalnya cotton combed yang terkenal lembut untuk kaos harian, drill yang kuat untuk seragam kerja lapangan, hingga taslan yang tahan air untuk jaket. Dengan mengetahui detail ini, perusahaan dapat memilih bahan seragam yang tidak hanya nyaman dipakai, tapi juga awet dan sesuai citra brand.
Jenis-Jenis Bahan untuk Kaos:

1.Cotton combed 24s

Bahan memiliki tingkat ketebalan sedang, tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal. Bahan ini banyak digunakan untuk kaos dan pakaian wanita. Dengan tekstur lembut dan halus, permukaannya yang rata sehingga nyaman digunakan.
Infografis bahan cotton combed 24s:
Gramasi : 185-195 gram
Material : 100% katun (kapas)
Tekstur : Halus, rata dan cukup tebal
Rekomendasi : Kaos oblong, kaos berkerah
2.Cotton combed 30s

Karakteristik nyaman untuk aktivitas sehari hari seperti tidur, santai dirumah, jalan-jalan sampai olahraga. Bahkan cotton combed 30s ini menjadi bahan paling umum digunakan pada kaos oblong.
Infografis bahan cotton combed 30s:
Gramasi : 140-160 gram
Material : 100% Cotton (kapas)
Tekstur : Halus, rata, lebih tipis dan ringan
Rekomendasi : Kaos oblong, kaos berkerah
3.Cotton combed 20s
Bahan ini memiliki ketebalan mulai dari 200-210 gsm, walaupun memiliki tingkat kain yang tebal penggunaan bahan ini nyaman digunakan dengan adanya tekstur halus, lembut, dan tidak terasa kaku.
Infografis bahan cotton combed 20s:
Gramasi : 200-210 gram
Material : 100% Cotton (kapas)
Tekstur : Halus Rata Tebal
Rekomendasi : Kaos oblong, kaos berkerah
4.Cotton carded soft 24s

Bahan ini dibuat dengan cara digaruk, sehingga bahan memiliki tekstur yang cukup halus, dan nyaman digunakan. Cotton carded ini memiliki ketebalan 24s ini memiliki kebutuhan kain katun dengan harga yang cukup terjangkau dan berkualitas baik.
Infografis bahan cotton carded soft 24s:
Gramasi : 175-185 gram
Material : 100% Cotton (kapas)
Tekstur : kurang rata dan sedikit berbulu
Rekomendasi : Kaos oblong, kaos berkerah
5.Cotton carded soft 30s

Ketika dipegang dengan tangan bahan ini tidak sehalus cotton combed dan memiliki bulu yang lebih banyak. Bahan ini tidak akan selembut combed karena prosesnya dengan cara digaruk. Tapi untuk pemakaian sehari hari adem dan nyaman mirip dengan combed. Bahan yang terbuat dari serat kapas alami seperti combed, carded bisa menyerap keringat dengan baik.
Infografis bahan cotton carded soft 30s:
Gramasi : 140-150 gram
Material : 100% Cotton (kapas)
Tekstur : Kurang rata dan sedikit berbulu
Rekomendasi : Kaos oblong, kaos berkerah
6. PE Double

Bahan kain ini terbuat dari serat high quality polyester 100%. Dibuat dengan menggunakan teknik rajut ganda (double knit atau interlock), kain ini banyak digunakan untuk membuat kaos event, promosi, seragam olahraga, jaket anak, celana, kerudung instan, cardigan, outer muslim, baju setelan anak, dan lainnya.
Infografis bahan PE Double:
Gramasi : 200-220 gram
Material : 100% Polyester
Tekstur : Halus,sedikit kaku
Rekomendasi : Kerudung instan, celana, jaket anak, seragam olahraga, kaos promosi, kaos event
Jenis-Jenis Bahan untuk Kemeja:

1.American drill

Kain jenis dibuat dengan cara dipintal dengan tekstur miring atau diagonal dimana memiliki jalinan benang yang cukup kuat. American drill ini biasa disebut drill biasa dari bahan katun ataupun polyester. Sehingga memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik dan nyaman.
Infografis bahan American drill:
Material : Katun atau campuran katun-polyester
Gramasi : 190–210 gsm
Tekstur : Serat diagonal sedang
Rekomendasi : Kemeja PDL, seragam kantor, celana lapangan
2.Japan drill

Jenis kain yang memiliki ciri khas serat diagonal yang kuat dan tebal, namun tetap terasa lembut dan nyaman saat digunakan. Bahan ini terbuat dari campuran katun dan polyester dimana polyester lebih dominan. Kelebihan yang terkenal dari bahan ini daya tahan dan keawetannya, serta kemampuan menyerap keringat yang baik sehingga cocok untuk berbagai jenis pakaian terutama seragam.
Infografis bahan Japan drill:
Material : (70%) Serat Katun dan (30%) Polyester
Gramasi : 210 – 215 gsm
Tekstur : Halus
Rekomendasi : Kemeja PDL, seragam kantor, Kemeja outdoor, rompi, kemeja indoor, dan celana formal
3.Ventura

Kain yang jenis rajutan benang nya miring atau diagonal (drill) dan sangat kuat, kain Ventura banyak dipakai untuk seragam – seragam lapangan seperti seragam tambang, seragam pabrik, seragam teknik karena tingkat ketebalan dan kekuatan bahan nya yang sangat kuat akan gesekan jadi tidak mudah robek.
Infografis bahan ventura:
Material : 65% Polyester dan 35% Viscose
Gramasi : 290 gsm
Tekstur : Halus
Rekomendasi : Seragam perusahaan, kemeja lapangan (PDL), Seragam sekolah, jas kerja, celana formal, dan rompi.
4.Tropical

Bahan ini dikenal ringan, nyaman, dan adem cocok untuk berbagai jenis pakaian, terutama pakaian musim panas. Umumnya bahan ini terbuat dari campuran serat alami seperti katun dan serat sintetis contohnya polyester. Keunggulan bahan ini yaitu mudah dicuci, tahan lama, dan memiliki tampilan stylish dan fashionable.
Infografis bahan tropical:
Material : Katun + Polyester
Gramasi : 120–130 gsm (ringan)
Tekstur : Halus, adem
Rekomendasi : Kemeja kantor, seragam sekolah, pakaian musim panas
5.Toyobo
Bahan toyobo ini dikenal memiliki tekstur halus dan lembut ketika digunakan tidak mudah kusut dan adem. Ditambah daya serap keringat yang baik, meskipun terlihat sedikit mengkilap, bahan ini tidak terlalu licin dan tidak menerawang.
Infografis bahan toyobo:
Material : Katun + sedikit polyester
Gramasi : 110–120 gsm
Tekstur : Halus, lembut, sedikit mengkilap
Rekomendasi : Kemeja formal, koko, blouse
6.Taipan drill
Bahan yang terbuat dari campuran serat tetoron (60%) dan rayon (34%). Taipan drill ini dikenal nyaman, lembut, halus, dan lentur. Serta memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik dan dikenal tidak mudah luntur ataupun panas saat digunakan.
Infografis bahan taipan drill:
Material : Tetoron (60%) + Rayon (40%)
Gramasi : 245–250 gsm
Tekstur : Halus, lembut, lentur
Rekomendasi : Kemeja premium, seragam eksklusif, jas kerja ringan
7.Twill
Jenis bahan yang memiliki ciri khas pola diagonal pada permukaannya yang disebabkan teknik tenun khusus. Dikenal akan kekuatan, daya tahan dan nyaman saat digunakan, terbuat dari berbagai serat seperti katun, wol, linen atau campuran serat sintetis.
Infografis bahan twill:
Material : Katun, wol, linen, atau campuran sintetis
Gramasi : 250–280 gsm
Tekstur : Pola diagonal tegas, tebal, kuat
Rekomendasi : Celana formal, jaket ringan, seragam premium
Jenis-Jenis Bahan untuk Polo:

1.Lacost pique cotton

Bahan ini memiliki karakteristik bahan yang lembut, mudah menyerap keringat dan nyaman digunakan. Tekstur bahan ini berpori, jenis-jenisnya cocok untuk kaos polo berkerah formal karena terlihat rapi.
Infografis bahan lacoste pique cotton:
Gramasi : 220-280 gsm
Material : 100% katun
Tekstur : Berpori halus dan tebal
Rekomendasi : Polo Shirt
2.Lacoste CVC

Bahan dengan memiliki komposisi 60% serat kapas atau katun dan 40% polyester. Memiliki kelebihan daya serap yang lebih tinggi dibandingkan lacoste cotton, karena adanya perpaduan katun dan polyester. Jika dilihat dari segi harga Lacoste CVC lebih murah dibandingkan Lacoste Pique Cotton.
Infografis bahan Lacoste CVC:
Gramasi : 200-220 gram
Material : 60% serat cotton, 40% serat polyester
Tekstur : Berpori halus
Rekomendasi : Polo Shirt
3.Lacoste PE

Bahan ini terbuat dari bahan 100% polyester dimana karakteristiknya cenderung lebih kasar dibanding lacoste yang lain. Dari segi harga bahan ini, cenderung lebih murah dibandingkan lacoste cotton dan lacoste CVC.
Infografis bahan Lacoste PE:
Gramasi : 210-230 gsm.
Material : 100% Polyester
Tekstur : Berpori sedikit kasar
Rekomendasi : Polo Shirt
Jenis-Jenis Bahan untuk Jaket:

1.Taslan Milky
Bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan jaket utamanya yang anti air, dengan karakteristik bagian luar berserat drill dan bagian dalam dilapisi coating putih (milky). Lapisan ini memiliki sifat water repellent atau menolak air pada bahan, namun tidak sepenuhnya waterproof.
Infografis bahan taslan milky:
Water Repellent : Mampu menahan air dengan intensitas rendah hingga sedang, namun bukan 100% anti air.
Lapisan Milky : Bagian dalam kain dilapisi coating berwarna putih susu (milky) yang memberikan efek menolak air.
Bahan Dasar : Terbuat dari polyester dengan kerapatan serat yang tinggi.
Serat Drill : Bagian luar kain memiliki serat seperti kain drill, memberikan tekstur yang khas.
Gramasi : ±130–150 gsm (sedikit lebih tebal dari PU biasa
Material : Polyester/Nylon + coating PU buram (milky)
Tekstur : Lebih tebal, halus tapi tidak licin, feel agak kaku, lebih tahan air
Rekomendasi : Jaket outdoor
2.Taslan Pu (biasa)

Bahan taslan PU memiliki beberapa karakteristik utama: tahan air (water-resistant), ringan, kuat, dan mudah dirawat. Selain itu, taslan PU juga memiliki tampilan yang halus, sedikit kaku, dan berpotensi berisik saat digesekkan. Bahan ini juga dikenal memiliki lapisan coating (biasanya bening) pada bagian dalam yang membantu menahan air.
Infografis bahan taslan Pu (biasa):
Komposisi : 100% polyester
Gramasi : 130 gsm
Tekstur : Halus, agak licin, lebih tipis dibanding milky, tetap tahan air
Rekomendasi : Jaket ringan, windbreaker, rompi, tas tipis
3.Despo
Bahan ini memiliki karakteristik mirip parasut tetapi tidak waterproof, cairan bisa merembes ke bahan ini. Biasa digunakan untuk jaket motor karena bahannya yang anti angin.
Infografis bahan despo:
Material : Terbuat dari serat polyester dan termasuk dalam kategori kain parasut. Selain anti air, despo juga memiliki kelebihan yaitu breathable. Breathable adalah lapisan membran kain yang memungkinkan untuk menghasilkan sirkulasi udara yang baik.
Tekstur : Lembut, ringan, agak kaku
Rekomendasi : Jaket tipis,
4.Microfiber

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis tipis yang memiliki nama “microfiber” sehingga halus dan lembut saat digunakan. Bahan yang terbuat dari microfiber umumnya dari polyester atau poliamida yang ditenun sehingga menghasilkan kain dengan serat yang halus dan rapat.
Infografis bahan microfiber:
Microfiber terbuat dari serat sintetis yang sangat kecil, bahkan lebih halus dari sutra dan rambut manusia, membuatnya terasa lembut di kulit
Daya serap tinggi : Kain microfiber mampu menyerap cairan hingga 7-8 kali beratnya sendiri, menjadikannya ideal untuk membersihkan berbagai permukaan.
Cepat kering : Berkat struktur seratnya yang unik, microfiber cepat kering setelah dicuci atau terkena cairan
Material : Polyester / Polyamide
Tekstur : Sangat halus, lembut, cepat kering
Rekomendasi : Jersey olahraga, lap, pakaian aktif
5.Fleece cotton

Karakteristik utama dari bahan ini lembut dan nyaman di kulit, karena terbuat dari campuran serat fleece dan katun. Permukaannya halus, baik di bagian luar maupun dalam, dan memiliki daya serap yang baik, menjadikannya pilihan populer untuk pakaian hangat seperti hoodie, sweater, dan jaket.
Infografis bahan fleece cotton:
Gramasi : 280-320 gsm
Material : Campuran serat fleece dan katun
Tekstur : Lembut dan tebal
Rekomendasi : Hoodie, sweater, dan jaket
6.Fleece polyester

Bahan fleece polyester memiliki karakteristik utama yaitu hangat, lembut, dan agak tebal dengan satu sisi yang halus dan mengkilap, serta sisi lainnya berbulu.
Infografis bahan fleece polyester:
Material : Polyester, Nylon, lycra hingga bahan sintetis lain. Katun, CVC (Chief Value Cotton), dan serat wol.
Gramasi : 280 – 290 gsm
Handfeel : Halus dan lembut
7.Baby terry cotton
Bahan Baby Terry Cotton memiliki beberapa karakteristik utama: tekstur lembut dan halus pada bagian luar yang menyerupai kaos, serta struktur loop atau rajutan pada bagian dalam yang berfungsi menyerap keringat. Bahan ini juga dikenal adem dan nyaman di kulit, bahkan pada cuaca hangat, serta mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Infografis bahan baby terry cotton:
Gramasi : 270-300 gsm
Material: serat kapas (cotton) yang dicampur dengan bahan lain seperti polyester atau rayon.
Karakteristik : Permukaan Halus dan Lembut: Bagian luar kain terasa lembut dan halus saat disentuh.
Tekstur Handuk di Dalam: Bagian dalam kain memiliki struktur seperti kumpulan loop kecil yang menyerupai handuk.
Rekomendasi : jaket, hoodie, sweater, dan pakaian olahraga.
8.Baby terry polyester
Bahan baby terry polyester memiliki beberapa karakteristik utama, termasuk tekstur yang lembut dan nyaman di kulit, daya serap yang baik, dan kemampuan menjaga suhu tubuh tetap stabil. Bahan ini juga cenderung tebal namun tetap ringan dan fleksibel saat dikenakan.
Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai karakteristik baby terry polyester:
Karakteristik:
Tekstur Lembut dan Halus: Bagian luar babyterry mirip dengan bahan jersey dengan rajutan ganda, namun lebih lentur. Bagian dalamnya memiliki tekstur seperti handuk dengan loop-loop kecil yang lembut dan nyaman di kulit.
Infografis bahan babyterry polyester:
Gramasi : 235 – 425 gsm.
Material : Serat polyester, yang merupakan serat sintetis
Tekstur : Babyterry, baik yang terbuat dari katun maupun polyester, memiliki ciri khas tekstur lembut di bagian dalam dan halus di bagian luar.
Rekomendasi : Jaket, hoodie, sweater, dan pakaian olahraga.
Jenis-Jenis Bahan untuk Jersey:

1.Milano
Bahan ini terkenal karena ringan, lembut, dan memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik, berkat pori-pori zig-zag pada permukaannya. Ditambah bahan ini memiliki daya tahan yang baik, mudah dicuci dan tidak mudah kusut.
Infografis bahan milano:
Material : Polyester
Gramasi : 140–160 gsm
Tekstur : Halus, zig-zag, ringan
Rekomendasi : Jersey olahraga
Tekstur: Kain Milano memiliki tekstur yang halus dan lembut, serta sedikit elastis (stretch) sehingga nyaman saat dikenakan
2.Serena
Hasil dari bahan ini memiliki karakteristik yang lembut, ringan, dan adem saat digunakan ditambah pula elastis. Dimana bahan dasarnya adalah benang sintetis merupakan campuran serat nilon, polyester dan sedikit spandex.
Infografis:
Material : Nilon + Polyester + Spandex
Gramasi : 130–160 gsm
Tekstur : Halus, elastis, ringan
Rekomendasi : Jersey futsal, jersey basket, legging
3.Drop Needle
Bahan drop needle, juga dikenal sebagai bahan cabut jarum, adalah jenis kain rajut yang memiliki karakteristik unik dengan tekstur garis-garis vertikal yang timbul. Garis-garis ini terbentuk karena adanya penurunan benang pada proses perajutan, menciptakan efek visual yang menarik dan memberikan kedalaman pada kain.
Infografis:
Material : Polyester
Gramasi : 140–160 gsm
Tekstur : Garis vertikal timbul (unik)
Rekomendasi : Jersey training, casual sporty
4.Nike (bilabong)
Tekstur yang dimiliki bahan ini yaitu terdapat corak pada permukaan luar tetapi tidak mempengaruhi tekstur bahannya. Saat digunakan bahan ini terasa halus, lembut dan menyerupai bahan nike dryfit yang biasa ditemukan pada pakaian olahraga.
Infografis bahan nike:
Komposisi : 100%PE
Rajut : Single Knit
Gramasi : 160 – 170gsm
Rekomendasi : Windbreaker, jaket sport
